Dalam perspektif filosofis klasik lanskap sosial global terbagi atas empat golongan. Masyarakat pekerja, masyarakat ekonomi atau pedagang, masyarakat penguasa atau pelindung serta masyarakat intelektual atau pemikir. Kelompok masyarakat ekonomi dengan kekayaan terbesar, memiliki pengaruh lintas golongan.
Situasi dunia saat ini dan ke depan, juga ditandai oleh pengaruh masyarakat ekonomi yang lebih dominan. Dominansi terhadap golongan lainnya, melampaui batas negara dan kawasan serta batas ideologi. Berakhirnya perang dingin dan pertumbuhan ekonomi Tingkok ikut mempengaruhi dinamika global ini. Konflik asimetris dan ancama triple planetary crisis serta perubahan demografi ikut mendompleng dinamika masyarakat global.
Pergeseran kekuatan global, dari histori Pax Romana, Pax Britannica, hingga Pax Americana, menunjukan dunia selalu memiliki kekuatan dominan. Kini, kita menyaksikan pergeseran menuju multipolaritas, di mana Asia, khususnya Tiongkok, memainkan peran yang semakin sentral. Konflik asimetris dan persaingan ekonomi adalah kelanjutan historis dari perebutan pengaruh antarnegara dan blok kekuatan.
Hal yang paling berpengaruh adalah pertumbuhan ekonomi Tiongkok lebih dominan dari kelompok masyarakat ekonomi. Masyarakat yang selama ini, memiliki sumberdaya yang besar untuk menggerakkan masyarakat pekerja. Pengaruh yang lebih kuat juga ditunjukan kepada pemerintah dan golongan pemikir guna menciptakan lingkungan politik yang stabil dan menguntungkan dunia bisnis. Upaya melalui lobi politik, kontribusi kampanye, riset dan pengaruh terhadap kebijakan ekonomi dan regulasi.
Mengingat konteks ini, DPD IKAL Lemhannas NTT melihat bahwa, Ketum IKAL Lemhannas kedepan diharapkan mampu membaca dan memahami serta mempengaruhi persaingan masa depan. Bukan saja sekadar kekuatan militer atau ekonomi konvensional tetapi memahami perebutan pengaruh sosial, narasi, dan penguasaan teknologi serta kebijakan energi yang didorong oleh kelompok-kelompok berkepentingan. Oleh karena itu,Calon Ketum IKAL harus mampu mendorong pemerintah dan kaum intelektual wajib berkolaborasi erat. Sinergi ini krusial untuk melindungi kepentingan masyarakat pekerja dan memastikan masyarakat ekonomi berkontribusi positif bagi bangsa, bukan sebaliknya.
Selain itu, melihat situasi global dan peta persaingan ekonomi saat ini, penting bagi Indonesia untuk semakin memperkuat tata kelola nasional agar lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan utang luar negeri. Indonesia harus mampu dan yakin mengunakan kekuatan ketahanan nasional dalam konteks dinamika global saat ini. Kekuatan Ketahanan Nasional Indonesia di situasi yang saling interdependensi antar negara.
Dalam menjawab tantangan global ini, upaya yang dilakukan pemerintah terhubung dengan historia untuk menjadi macan asia. Pernyataan Presiden ini dikutip dari halaman antaranews yang berjudul :, “Indonesia Macan Asia Bila Utamakan Pertanian”, pada 11 Maret 2014. Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan Indonesia bisa menjadi macan Asia jika pemerintah dan rakyatnya mengutamakan pembangunan pertanian dan menutup kebocoran anggaran.
Peluang Indonesia tentu didukung oleh kekuatan Ketahanan Nasional saat ini. Dengan mengutip pernyataan presiden tersebut, peran IKAL sangat strategis untuk mendukung pemerintah agar fokus pada tata kelola pemerintahan di tengah situasi dunia yang sama-sama dalam ketidakpastian.
Sebagai lembaga strategis negara, kedepannya diharapkan IKAL Lemhannas mampu menggerakan perubahan yang inklusif dan berdampak. IKAL Lemhannas agar mampu merumuskan visi yang mentransformasi faktor masukan seluruh kekuatan IKAL menjadi dampak positif, sembari memberikan pertimbangan strategis lainnya kepada Presiden guna mengatasi permasalahan krusial dan menjawab tantangan global. IKAL Lemhannas agar mampu menggerakan pemimpim-pemimpin nasional untuk berkolaboratif guna memberikan dampak yang sistemik.
Semoga peran strategis IKAL Lemhannas Republik Indonesia kedepan lebih berdampak bagi tatakelola pemerintahan guna menjadikan Indonesia Berjaya. Semoga, dalam menyambut pesta demokrasi pemilihan Ketum IKAL Lemhannas nanti, kita semua memberikan kontribusi yang positif bagi kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi atau golongan. Karena hal itu lebih dari pemenang.
(Yakobus Stefanus Muda)

