Berita Terkini

Kadis Pertanian Mabar: Bangun Optimisme Petani dengan Pemberdayaan

LABUAN BAJO, INDONESIA – Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Laurensius Halu SST, menyerukan pentingnya membangun optimisme di kalangan petani melalui program pemberdayaan berkelanjutan. Dalam pernyataan terbarunya, ia menyoroti bahwa masa depan pertanian di Mabar sangat bergantung pada dukungan terhadap petani lokal agar mereka lebih mandiri dan inovatif.

“Optimisme adalah kunci,” ujar Laurensius. Ia menekankan bahwa petani tidak bisa diharapkan berproduksi maksimal jika mereka tidak melihat masa depan yang cerah dalam profesi mereka. “Pemberdayaan adalah jembatan menuju optimisme itu.”

Program pemberdayaan yang dimaksud mencakup berbagai inisiatif yang berakar pada semangat gotong royong dan kemandirian petani. Bentuknya bisa beragam, mulai dari usaha simpan pinjam, kerja bakti bersama, hingga kegiatan sosial lainnya yang sudah menjadi bagian dari kearifan lokal. Meskipun kadang terpengaruh oleh perbedaan pilihan politik, nilai-nilai gotong royong ini, menurut Laurensius, harus tetap dipertahankan dan diperkuat sebagai fondasi pemberdayaan.

Tantangan dan Peluang Strategis
Untuk memperkuat program pemberdayaan, Laurensius juga mengingatkan petani untuk memperhatikan tiga hal strategis: faktor fiskal daerah, iklim atau cuaca, serta peluang pertanian di sektor pariwisata. Ia menyebutkan bahwa kontribusi sektor pertanian terhadap industri hotel, restoran, dan kafe (horeka) cukup tinggi. Meskipun kontribusi ini tidak selalu terlihat dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD), ia menekankan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) untuk sektor ini tergolong tinggi, menunjukkan kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan petani.

Salah satu tantangan utama dalam pemberdayaan petani adalah kualitas sumber daya manusia. Laurensius menjelaskan bahwa dalam teori pemberdayaan, bantuan sosial, material, atau finansial hanyalah level paling awal. “Pemberdayaan bukan hanya tentang memberikan bantuan finansial, tetapi juga tentang meningkatkan kapasitas sumber daya manusia petani itu sendiri,” tambahnya. “Ketika petani memiliki pengetahuan, keterampilan, dan akses yang memadai, mereka akan lebih percaya diri menghadapi tantangan dan melihat peluang baru.”

Peran PPL dan Kelompok Tani untuk Masa Depan Pertanian
Dinas Pertanian Mabar juga aktif mendorong pembentukan kelompok tani yang kuat dan kooperatif. Melalui kelompok-kelompok ini, petani dapat saling berbagi pengalaman, memecahkan masalah bersama, dan bahkan bernegosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih baik untuk produk mereka. Hal ini juga mempermudah penyaluran informasi dan program dari pemerintah.

Meningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi fokus utama, di mana PPL berperan sebagai ujung tombak yang tak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong optimisme dan memanfaatkan data sebagai kunci untuk membimbing petani menghadapi tantangan dan mengoptimalkan peluang.

Dengan pendekatan kolaboratif dan fokus pada pemberdayaan, Kepala Dinas Pertanian Mabar yakin bahwa sektor pertanian di daerahnya akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian lokal, sekaligus menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi para pahlawan pangan di Mabar.

Dok. Kepala Dinas Pertanian & Perkebunan Manggarai Barat bersama Ketua Yayasan Parapuar Lingko Nusantara

Exit mobile version