oleh Yevi | Yakobus S Muda (Founder Komodo Lbajo Permai | OlingkoNusantara.id
Sektor pariwisata di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang optimis di tengah ketidakpastian global. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2024 mencapai 13,9 juta, meningkat 19,05% dibandingkan tahun 2023. Meskipun belum mencapai angka prapandemi, pertumbuhan ini menunjukkan pemulihan yang kuat. Kunjungan wisman didominasi oleh negara-negara Asia, terutama Malaysia, Australia, Singapura, dan Tiongkok, yang menyumbang sekitar 62% dari total kunjungan.
Dengan tren positif ini, pemerintah daerah memberikan perhatian lebih. Pada akhir September 2025, ASITA Jawa Barat menyelenggarakan West Java Travel Mart (WJTM) di Kabupaten Garut dan Kota Bandung untuk mempromosikan kekayaan budaya dan alam Jawa Barat. Acara ini menegaskan bahwa sektor pariwisata terus bertumbuh secara organik. J
Namun, ada ironi menarik ketika membandingkan Garut dan Labuan Bajo. Jika dibandingkan, Labuan Bajo mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang signifikan pada semester pertama 2024. Walaupun pada semester kedua kunjungan sempat menurun akibat faktor alam dan pengetatan anggaran, tren positifnya tetap terlihat.
Jumlah kunjungan wisatawan ke Garut pada tahun 2024 mencapai 3,3 juta jiwa, kontribusi langsungnya terhadap pendapatan daerah masih relatif rendah. Dampak ekonomi dari setiap wisatawan yang datang hampir setara dengan di Labuan Bajo. Jumlah kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo sebesar 411 ribu. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi pelaku pariwisata di Garut untuk mengembangkan dampak ekonomi yang lebih besar, terutama pada industri pariwisata dan sektor pendukungnya.
Menjelang akhir tahun, optimisme di sektor pariwisata diharapkan terus bertumbuh. Destinasi seperti Sumatra Barat, Bandung, Jawa Tengah, Bali, dan Labuan Bajo terus menjadi magnet utama bagi wisatawan Asia, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Tiongkok. Keberhasilan ini didukung oleh konektivitas penerbangan langsung yang menghubungkan wilayah sehingga memudahkan wisatawan untuk mengakses keunikan masing-masing daerah tanpa hambatan.
Kunjungan yang terus meningkat ini menjadi motivasi bersama untuk menjaga dan mempromosikan nilai-nilai lokal yang kaya. Setiap wilayah memiliki kekhasan yang tak tertandingi, mulai dari budaya Minangkabau di Sumatra Barat, kreativitas urban di Bandung, keajaiban Borobudur di Jawa Tengah, spiritualitas Bali, hingga keajaiban Komodo di Labuan Bajo.
Dengan keunggulan masing-masing wilayah memiliki peluang besar untuk memperkuat produk mereka dengan menonjolkan keunikan budaya, alam, dan pengalaman otentik. Dengan adanya variable yang berbeda atau pembeda di pasar pariwisata global, keunikan pariwisata Indonesia dapat membuktikan diri sebagai sektor yang tangguh.
#YSMK