Kebijakan

IKAL ISKA STRATEGIC CENTER NTT: Meminta Presiden Hadir Membawa Harapan di Tanah Flores

Latar rumah warga yang rusak akibat Tsunami di Desa Tado, Kecamatan RIung (Dokumentasi pribadi)

Ada duka yang mengendap dalam gemuruh ombak di pesisir utara Flores. Tanah yang elok ini menyimpan memori kelam tentang sebuah siklus tiga dekadean yang terbukti tak pernah ingkar janji. Mulai dari rentetan gempa di tahun 1960-an, tragedi tsunami dahsyat yang menyapu Maumere pada tahun 1992 dengan ribuan korban jiwa, hingga duka teranyar saat gempa dan tsunami kembali memporak-porandakan pesisir kita pada tahun 2026. Kini, bayang-bayang dari siklus mematikan itu bukan lagi sekadar ancaman, melainkan realitas pahit yang sedang dipikul oleh warga Nusa Tenggara Timur.

Bapak Presiden, kami memohon dari lubuk hati yang terdalam, datanglah ke Flores. Hadirlah di tengah-tengah kami bukan sekadar sebagai Kepala Negara yang meninjau dari jauh atau membaca laporan di atas meja. Datanglah sebagai seorang bapak yang sudi merangkul, mengusap air mata, dan merasakan langsung denyut penderitaan anak-anaknya. Duduklah bersama kami di atas tanah yang masih basah oleh air mata dan trauma ini, agar Bapak benar-benar menjadi bagian dari rasa kehilangan sekaligus harapan masyarakat pesisir. Yakobus Stefanus Muda mewakili nurani masyarakat menaruh asa agar ketabahan warga tidak dibiarkan berjuang sendirian; kami butuh kehadiran Bapak untuk membawa kepastian pemulihan saat ini dan perlindungan nyata di masa depan.

Mengingat, masa tanggap darurat pada akhirnya akan usai, namun kehidupan masyarakat harus terus berjalan. Mengingat gempa dan tsunami adalah keniscayaan yang berulang di perairan Flores, IISC mengusulkan program pemulihan dan kesiapsiagaan mendesak yang sangat membutuhkan intervensi, instruksi, dan dukungan langsung dari Bapak Presiden seperti : Rekonstruksi Pasca-Tanggap Darurat (Rumah Tahan Gempa), Pembangunan Sabuk Hijau Penyelamat, Infrastruktur Evakuasi, Tata Ruang Berbasis Mitigasi, Peringatan Dini dan Literasi Budaya Sadar Bencana.

Bapak Presiden, semoga kehadiran Bapak menyatu dengan air mata dan harapan masyarakat Flores. Membangun kembali Flores bukan sekadar mendirikan tembok yang runtuh, melainkan membangun ketangguhan warganya. Jangan biarkan kami menyongsong masa depan dalam ketidaksiapan yang sama. Kami menanti langkah Bapak di tanah ini.